"Lailaa.. Lailaa.. Lailaa...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Hubungan erat Jalaluddin Rumi dengan berbagai agama dan reaksinya.


Siapa yang berperilaku sesuai dengan perkataannya,
dialah yang tercerahkan, yang menolak 
hubungan-hubungan biasa dari dunia
 (Dzun-Nun al-Mishri)

Salah satu puisi Rumi yang diterbitkan dalam Diwan Asy-Syams at-Tabriz, telah menyebabkan sejumlah kebingungan bagi kalangan literalis. Karya ini merupakan kajian Rumi terhadap semua bentuk agama yang ada, baik agama lama maupun baru. Kesimpulannya bahwa kebenaran esensial terletak pada kesadaran batin manusia itu sendiri, bukan bawaan dari factor luar. Hal ini benar jika kita menyadari bahwa menurut kepercayaan Sufi, "pengujian" kepercayaan dilakukan dengan cara khusus. Seorang Sufi tidak perlu berkelana dari satu negeri ke negeri lainnya, mencari agama-agama untuk dipelajari dan mengambil apa yang bisa dibawa dari agama-agama itu.