Berbicara mengenai 'para pencari tuhan' tentunya tak terlepas dari 'tag' Atheis, Theis, dan Agnostik . Tidak dapat dipastikan secara tepat seberapa tua usia faham atheisme dalam sejarah kehidupan spiritual manusia. Tradisi Bhudiisme yang lebih dari dua setengah millenia tidak menyebut dalam literaturnya menyinggung tentang sang pencipta, boleh jadi berawal dari ide ketiadaan Tuhan.
Terlepas dari debat klasik yang saling menihilkan antara ateisme dan theisme dalam premis kesalahan logika berfikir 'argumentum ad ignorantiam' atau menerima sebuah argumen karena tidak dapat dibuktikan salah, maupun sebaliknya, menolak karena tidak dapat dibuktikan benar. Beralih pada ‘reductio ad absurdum'. Abad 21 telah membuka tabir baru dalam diskursus tentang ketuhanan.