Laman

"Layla.. Layla.. Layla...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Tampilkan postingan dengan label Ilmiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiyah. Tampilkan semua postingan

Hubungan erat Jalaluddin Rumi dengan berbagai agama dan reaksinya.


Siapa yang berperilaku sesuai dengan perkataannya,
dialah yang tercerahkan, yang menolak 
hubungan-hubungan biasa dari dunia
 (Dzun-Nun al-Mishri)

Salah satu puisi Rumi yang diterbitkan dalam Diwan Asy-Syams at-Tabriz, telah menyebabkan sejumlah kebingungan bagi kalangan literalis. Karya ini merupakan kajian Rumi terhadap semua bentuk agama yang ada, baik agama lama maupun baru. Kesimpulannya bahwa kebenaran esensial terletak pada kesadaran batin manusia itu sendiri, bukan bawaan dari factor luar. Hal ini benar jika kita menyadari bahwa menurut kepercayaan Sufi, "pengujian" kepercayaan dilakukan dengan cara khusus. Seorang Sufi tidak perlu berkelana dari satu negeri ke negeri lainnya, mencari agama-agama untuk dipelajari dan mengambil apa yang bisa dibawa dari agama-agama itu.

Simposium Internasional PPI Dunia, Kairo 2016; Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia

Indonesia dengan beragam budaya dan bahasanya membuat kita percaya betapa Tanah Air kita kaya akan Sumber Daya Manusia. Namun tanpa disadari juga bahwa di berbagai belahan negri masih terdapat banyak peristiwa yang mengiris keutuhan identitas bangsa kita di tengah derasnya arus peperangan ideologi. 

Renaisans Eropa Membangkitkan Kembali Umat Islam di Timur (*Bag. 1)

Renaisans berasal dari bahasa Perancis renaissance yang secara etimologi bermakna “Lahir Kembali”. Akan tetapi renaisans yang dimaksud disini mempunyai arti yang lebih luas. Karenanya, secara terminologi renaisans adalah timbulnya revolusi pandangan hidup orang-orang Eropa dari jaman pertengahan ke jaman barunya, melalui proses jaman peralihan yang sangat cepat.

Perjalanan Rifa’ah al-Thahthawi ke Paris

“Negeri kita harus berubah dan melakukan pembaruan dengan ilmu pengetahuan yang belum terdapat di dalamnya.” Inilah ucapan Syekh al-Azhar ke-16, Syekh Hasan Muhammad al-‘Atthar (1766-1825) untuk membangkitkan bangsa Mesir dari akibat penjajahan Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1798. 

Syaikh Hasan Muhammad al-Atthar1
Syekh Hasan Muhammad al-Atthar mengirim murid terbaiknya yang bernama Rifa’ah Rafi’ al-Thahthawi (1801-1873) ke Paris, Perancis untuk memimpin delegasi Mesir yang hendak mempelajari kebudayaan Eropa Modern.

Maulid Nabi Muhammad SAW

وعلي تفنن واصفيه بحسنه # يفني الزمان وفيه ما لا يوصف

Selamat bagi yang merayakan Maulid Nabi Teragung! Yang anti-Maulid tolong tutup mulut anda! Biarkan kaum Muslimin memuji sang Baginda Rasul sepantasnya.



Sudah sejauh manakah kita mengenal Baginda Rasul? Sudah sedekat apa kita dengan Rasulullah? Sudah seberapa banyak kita mengamalkan Sunnah-sunnahnya? Tau dirilah kalau kita mengaku-ngaku Ummatnya Nabi Muhammad tapi kita tidak mengenalnya! Tau dirilah kalau

Peradaban Islam Melahirkan Revolusi Kimia

Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan oleh para kimiawan Muslim. Tak heran bila dunia menasbihkan kimiawan Muslim bernama Jabir bin Hayyan sebagai “Bapak Kimia Modern”.

“…para kimiawan Muslim adalahpendiri ilmu kimia,” kata Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern. 

Al-Qur'an VS Orientalis

Bukan merupakan hal yang rahasia lagi jika para Orientalis beserta antek-anteknya begitu gencar mencari jalan demi melumpuhkan Islam. Salah satu misi mereka yang paling menakutkan adalah adanya usaha untuk meyakinkan umat Islam bahwa sebenarnya Al-Qur'an yang selama ini kita junjung tinggi telah mengalami berbagai perubahan akibat arus zaman. Para orientalis seperti Arthur Jeffery, Goldziher, dan G. Bergtrasser, begitu semangat melakukan berbagai penelitian hanya demi menemukan satu titik kelemahan Al-Qur'an. 

Prof. Alfred Kroner (Pakar Geologi Terkemuka); Negeri-negeri Arab akan kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai...

“Negeri-negeri Arab akan kembali menjadi dataran
berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai,” (Prof.
Alfred Kroner, Pakar Geologi).


Pendahuluan
Prof. Alfred Kroner merupakan seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka di dunia, dari Departement Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz-Jerman. Lingkungan Eropa yang sekuler itu telah membuatnya menjadi seorang ateis yang tidak beriman terhadap agama-agama samawi.

Kisah Keislamannya
Prof. Alfred Kroner menghadiri seminar geologi di Fakultas Ilmu Bumi di King Abdul Aziz University Arab Saudi. Di sana dia bertemu dengan salah seorang da’i muslim yang bernama ‘Abdul Majid az-Zindani. Da’i itu mengajukan beberapa pertanyaan kepada Prof. Alfred:

‘Abdul Majid az-Zindani:   Tahukah anda bahwa jazirah Arab tadinya adalah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir? (Padang pasir yang anda lihat itu dulunya merupakan daerah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir, Mahasuci Allah!)

The Divine Message of The DNA, Gen Kita Beraksi Sebelum Kita Berfikir

By: Dr. Kazuo Murakami

Ada satu hal lagi yang ingin saya bahas sehubungan dengan proses pemikiran manusia.  Sebagian besar orang percaya bahwa otak memainkan peran paling penting dalam mengatur perbuatan kita. Sesungguhnya, sel dan jaringan antar sellah yang melakukan semua pekerjaan itu, dan genlah yang memerintahkan sel-sel tersebut. Otak berfungsi tergantung dari informasi yang tergantung oleh sel-sel otak. Dalam pengertian itu, gen beraksi sebagi panel pengontrol utama tubuh kita. Jika memang benar bahwa kita bias mengontrol mekanisme nyala atau padam pada gen kita, kita harus lebih memahami lagi tentang gen kita. Kita harus memperhatikan pesan-pesan yang kita kirimkan pada gen kita. Bahkan mungkin akan lebih membantu jika kita menyapa gen kita dengan, “Halo ! Senangnya melihatmu baik-baik saja hari ini. Engkau telah bekerja dengan baik.” Karena toh kita terus-menerus melakukan dialog dengan diri kita sendiri, tidak ada salahnya mengarahkan pikiran positif pada gen kita.