Laman

"Layla.. Layla.. Layla...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Sejarah Syaikh Siti Jenar Yang Sebenarnya


Oleh: KH.Shohibul Faroji Al-Robbani

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Simposium Internasional PPI Dunia, Kairo 2016; Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia

Indonesia dengan beragam budaya dan bahasanya membuat kita percaya betapa Tanah Air kita kaya akan Sumber Daya Manusia. Namun tanpa disadari juga bahwa di berbagai belahan negri masih terdapat banyak peristiwa yang mengiris keutuhan identitas bangsa kita di tengah derasnya arus peperangan ideologi. 

Sejarah Aceh Dan Pelemahan Generasi Muda Aceh

Pemerintah Sekuler banyak Sesatkan tentang Sejarah Aceh untuk melemahkan Generasi Aceh

*Seorang penulis buku yang menemukan foto aslinya Cut Nyak Din dari negara penjajah adalah sosok muslimah yang menutup aurat.

Renaisans Eropa Membangkitkan Kembali Umat Islam di Timur (*Bag. 1)

Renaisans berasal dari bahasa Perancis renaissance yang secara etimologi bermakna “Lahir Kembali”. Akan tetapi renaisans yang dimaksud disini mempunyai arti yang lebih luas. Karenanya, secara terminologi renaisans adalah timbulnya revolusi pandangan hidup orang-orang Eropa dari jaman pertengahan ke jaman barunya, melalui proses jaman peralihan yang sangat cepat.

Apa Kata Mereka Tentang Nabi Muhammad SAW

Allahumma Sholli 'ala Rasulillah.... Ya Allah sampaikanlah sholawat dan salam kehdirat junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. 

"Barang siapa yang tidak bergembira di hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW, maka dia tidak akan pernah mengetahui kebahagiaan selamanya...."

من لم يفرح بمحمد - صلي الله عليه وسلّم - لم ير فرحا أبداً

Apa kata mereka tentang Nabi Besar Muhammad SAW:

"Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya penciptahan, baik secara akhlaq maupun paras wajahnya." -Imam Ja'far Al Barjanzi- 

"Dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.." -Michael Hart-

Pemetaan Konflik Mesir


Dina Y. Sulaeman*

Pengantar: Dalam artikel panjang ini penulis akan melakukan pemetaan konflik dengan harapan agar publik bisa melihat situasinya dengan lebih jernih. Ini penting karena opini publik Indonesia atas konflik ini terlihat mulai keruh oleh sikap-sikap takfiriah. Yang tidak mendukung Mursi dituduh anti-Islam. 

Maulid Nabi Muhammad SAW

وعلي تفنن واصفيه بحسنه # يفني الزمان وفيه ما لا يوصف

Selamat bagi yang merayakan Maulid Nabi Teragung! Yang anti-Maulid tolong tutup mulut anda! Biarkan kaum Muslimin memuji sang Baginda Rasul sepantasnya.



Sudah sejauh manakah kita mengenal Baginda Rasul? Sudah sedekat apa kita dengan Rasulullah? Sudah seberapa banyak kita mengamalkan Sunnah-sunnahnya? Tau dirilah kalau kita mengaku-ngaku Ummatnya Nabi Muhammad tapi kita tidak mengenalnya! Tau dirilah kalau

Sultan Sepuh XIV Restui FHP di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sebentar lagi Cirebon akan kembali marak dengan Dinar dan Dirham. FHP akan diselenggarakan di Keraton Kasepuhan selama sepekan.

Setiap tahun, selama sebulan penuh, masyarakat Cirebon menyelenggarakan festival memperingati Maulud Nabi Muhammad Salallahualaihi wasallaam. Salah satunya adalah 'Grebeg Mulud' yang menghadirkan berbagai acara, antara lain, pasar rakyat, yang berlangsung di alun-alun, di muka Keraton Kasepuhan, Cirebon. Tahun ini (1433 H), acaranya akan bertambah beberapa, dengan bergabungnya Jawara Cirebon, dalam peringatan tahunan tersebut.

Warga Nahdliyin Dukung Pancasila Tolak Khilafah...!!!

"Dukungan NU Terhadap Pancasila Bukan Basa-Basi..." 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan dukungan NU terhadap faham kebangsaan dan Pancasila sebagai dasar negara  tak basa-basi.

“NU tak basa-basi menyatakan dukungannya terhadap Pancasila, Menurut NU, yang paling tepat kita membentuk negera kebangsaan, negara yang damai atau darussalam, semua satu umat, satu saudara, kalau bahasa politiknya satu nusa satu bangsa, kalau bahasa agamanya bersaudara, tidak ada perbedaan,” katanya dalam perbincangan dengan NU Online, baru-baru ini.

SIMPOSIUM LAKPESDAM NU MESIR (3-habis). Seruan 'Khilafah' Cacat Epistemik

Oleh Lakpesdam Mesir pada 08 November 2010

Kairo, NU Online  Hassan Hanafi, pemikir Muslim terkemuka yang menjadi pembicara kunci dalam  Simposium Lakpesdam NU Mesir mengungkapkan, dirinya tak mengingkari seruan-seruan dari kelompok ‘garis keras’, namun harus ada reinterpretasi terhadap akar epistemologi yang dikembangkan gerakan-gerakan tersebut yang pada beberapa sisi yang mulai keropos digerogoti masa. Hingga akhirnya, Islam hadir seperti apa yang dicita-citakan, menjadi rahmat bagi seluruh peradaban manusia seutuhnya.

Menurutnya, seruan khilâfah yang digaungkan oleh kelompok IM (ikhwân al-muslimîn) dan Hizbu Tahrir Indonesia --dalam konteks Indonesia-- dan beberapa gerakan lainnya yang bertendensikan pada pola pemerintahan awal Islam untuk kemudian diterapkan pada sosio-kultur masyarakat modern sangatlah cacat secara epistemik.

SIMPOSIUM LAKPESDAM NU MESIR (2). Hasan Hanafi: Hendaknya Islam ‘Dibumikan’

Oleh Lakpesdam Mesir pada 04 November 2010

Kairo, NU Online Pemikir muslim terkemuka Hasan Hanafi menyatakan, hendaknya Islam dibumikan pada tempat dan kondisi tertentu, melalui penyesuaian dengan kultur-budaya masyarakat setempat.

Hal ini seperti apa yang sudah dipraktikkan melalui pesantren-pesantren yang bertebaran di Indonesia. Peranan pesantren ini telah menjadikan tranformasi Islam lebih cepat dan mudah diterima oleh banyak kalangan di Indonesia.

Pendekatan Islam kultural ini, bagi Hasan Hanafi adalah potret Islam yang membumi. Menurutnya, Islam yang membumi merupakan representasi Islam yang tidak hanya berkutat pada struktur, tapi lebih mengedepankan kultur.

SIMPOSIUM LAKPESDAM NU MESIR (1). Kupas Tuntas Gerakan Islam Kontemporer

Oleh Lakpesdam Mesir pada 04 November 2010

Kairo, NU Online Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia di lingkup kader NU Mesir mengadakan Simposium di Auditorium Shalah Kamil, Kairo, dengan mendatangkan Prof Dr Hasan Hanafi, pemikir ‘revolusioner’ terkemuka di Mesir. Acara yang juga disiarkan secara langsung oleh radio NUR Mesir ini dipandu langsung oleh koordinator Lakpesdam, Ahmad Hadidul Fahmi.

Simposium diselenggarakan pada Kamis (4/11) lalu, bertema “Hiwâr ma`a al-Harakât al-Islâmiyyah al-Mu`âshirah” yang mengupas tuntas gerakan-gerakan Islam kontemporer, berikut pola interaksi yang baik dengan mereka.

Tema yang diusung sebagai bentuk respon terhadap beberapa kelompok Islam pergerakan yang muncul dengan orientasi yang cukup beragam, dan tak jarang menjurus pada aksi anarkis. Meski demikian, Hasan Hanafi menghimbau agar tidak menggunakan istilah-istilah yang provokatif dan cenderung menyudutkan, apalagi yang mengarah pada ‘sikap justifikatif’ atas kelompok-kelompok tertentu, seperti teroris (irhâb) ataupun ekstrim-radikal (tathrarruf), paparnya.