Oleh : L'Abid d'Andaluçia
Gerakan renaissance di Eropa lahir karena dorongan semangant yang berkobar-kobar dari kelompok kaum seniman, intelektual dan politis yang mempelopori kebebasan berfikir dan berbuat tanpa pembatasan apapun. Gerakan mereka di dorong oleh kenyataan yang mereka saksikan sehari-hari dan pengaruh Gereja yang cuma kekangan-kekangan yang membelenggu kemerdekaan berfikir. Mereka memandang agama di Eropa (Kristen) dengan penilaian yang penuh ejekan, agama di pandang oleh mereka tak lebih cuma seperangkat rangkaina dogma-dogma yang disusun bagaikan bagaikan bunga rampai yang indah di pandang, akan tetapi menghanyutkan orang banyak menjadi lalai dan beku, pasrah terhadap apa yang hendak terjadi. Bahkan di kalangan mereka yang ekstrim memandang agama dalam praktek sehari-hari di kalangan rakyat sebagai hasil meninabobokan atas nama ”kerajaan di langit”, menjadi alat orang-orang kaya, tuan-tuan tanah serta kaum feodal yang memerintah secara absolute.