Situasi...
Jangan mencela Orang-orang Tarekat, lebih baik perbaikilah dirimu. Engkau memiliki pengetahuan dari agama yang keliru jika engkau membelakangi Realitas.

Manusia melilitkan jaring bagi dirinya. Sementara seekor harimau (Manusia Tarekat) menghancurkan kandangnya.

DIALOG ANTARA SYEIKH DR. RAMADHAN AL-BUTI DENGAN SYEIKH ALBANI

Ada sebuah perdebatan yang menarik tentang ijtihad dan taqlid, antara Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah di Syria, bersama Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang tokoh Wahhabi dari Yordania.

Syaikh al-Buthi bertanya: “Bagaimana cara Anda memahami hukum-hukum Allah, apakah Anda mengambilnya secara langsung dari al-Qur’an dan Sunnah, atau melalui hasil ijtihad para imam-imam mujtahid?”

Makruh Berbusana Hitam ketika Melayat

Tidak semua tradisi sejalan dengan tuntunan syariah. Hal ini bisa karena keberadaan tradisi yang mendahului syari’ah dan belum ada usaha pelurusan terhadapnya, seperti tradisi tumbal dan sesajen. Atau bisa juga tradisi tidak sejalan dengan syariah karena kehadirannya sebagai entitas baru hasil dari keterpengaruhan berbagai kebudayaan seperti halnya kebiasaan berbaju hitam ketika berta’ziyah. 


Kebanyakan masyarakat kota selalu menggunakan berbusana hitam ketika melayat sanak saudara yang terkena musibah. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan menunjukkan rasa belasungkawa. Warna hitam dalam konteks kematian bermakna kesusahan. Hanya saja disayangkan pemahaman ini seolah berubah menjadi sebuah aturan tak tertulis bahwa barang siapa berta’ziyah harus memakai busana serba hitam. Padahal yang demikian ini kurang sesuai dengan tuntunan syariah. 

Dar al-Ifta; Lakukan Cara Damai Untuk Protes

  
*Setelah artikelnya yang berjudul "Prophet Muhammad is ‘the mercy to all worlds’ to Muslims" sukses dipublikasikan di koran Washington Post, kini mufti Mesir, Ali Gomaa, mempublikasikan artikel serupa di koran terbesar Jerman, Der Tagesspiegel, dengan tema "Mosleme soltien die Provokation ignorieren". 

L'Abid d'AndaluCía