Laman

"Layla.. Layla.. Layla...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Simposium Internasional PPI Dunia, Kairo 2016; Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia

Indonesia dengan beragam budaya dan bahasanya membuat kita percaya betapa Tanah Air kita kaya akan Sumber Daya Manusia. Namun tanpa disadari juga bahwa di berbagai belahan negri masih terdapat banyak peristiwa yang mengiris keutuhan identitas bangsa kita di tengah derasnya arus peperangan ideologi. 

Renaisans Eropa Membangkitkan Kembali Umat Islam di Timur (*Bag. 1)

Renaisans berasal dari bahasa Perancis renaissance yang secara etimologi bermakna “Lahir Kembali”. Akan tetapi renaisans yang dimaksud disini mempunyai arti yang lebih luas. Karenanya, secara terminologi renaisans adalah timbulnya revolusi pandangan hidup orang-orang Eropa dari jaman pertengahan ke jaman barunya, melalui proses jaman peralihan yang sangat cepat.

Pemetaan Konflik Mesir


Dina Y. Sulaeman*

Pengantar: Dalam artikel panjang ini penulis akan melakukan pemetaan konflik dengan harapan agar publik bisa melihat situasinya dengan lebih jernih. Ini penting karena opini publik Indonesia atas konflik ini terlihat mulai keruh oleh sikap-sikap takfiriah. Yang tidak mendukung Mursi dituduh anti-Islam. 

Al Azhar Siapkan Undang-undang Independensi

Anggota Majam' el Buhuts el Islamiyyah yang dikepalai oleh Syekh Al Azhar, Dr. Ahmad Thayyib, Rabu kemarin (4/1), menggelar rapat mendadak di kantor Masyikhah, Darasah, untuk mendiskusikan amandemen undang-undang (konstitusi) nomor 103 tahun 1961 tentang sistem aturan Al Azhar. Rapat kemarin dipimpin langsung oleh ahli hukum Thariq el Bisyri.

Pertemuan kemarin bertujuan untuk menguatkan pertemuan yang digelar sebelumnya pada tanggal 28 Desember tahun lalu. Pada pertemuan tertutup itu, Syekh Al Azhar berdiskusi dengan Thariq Bisyri untuk menentukan perubahan terakhir terkait amandemen undang-undang Al Azhar.

Ibumu Ibumu Ibumu Kemudian Bapakmu

 بسم الله الرحمن الرحيم

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا (سورة الأسراء : ٢٣)
 
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa’: 23). 

Kemana anak-anak itu…

Kemana anak-anak kita itu??

Kemana anak-anak yg dilahirkan oleh seluruh bangsa ini dengan keringat, dengan luka, dengan darah dan kematian.

Anak-anak yg dilahirkan oleh sejarah dengan air mata tiga setengah abad, kemana???!! Kemana anak-anak itu???!!

Siapa yang berani-berani menyembunyikan mereka..?? siapa yang menculik mereka?? siapa yang mencuri dan membuang mereka??

Anak -anak yang bernama kemerdekaan, yang bernama hak makhluq hidup dan harkat kemanusiaan. Yang bernama cinta kasih sesama, yang bernama adilnya kesejahteraan, yang bernama keterbukaan dan kelapangan, kemana???!!

Surat Untuk Pemimpin Negara dan Bangsa ku Tercinta

Sungguh NKRI sekarang ini tak ubahnya laksana pasar dalam kisah hikmah Luqman al-hakim & anaknya serta kuda tunggangannya:

‎"Tatkala engkau menaiki binatang tunggangan sementara anak mu berjalan kaki, maka engkau akan di cibir TEGA oleh orang-orang pasar."

"Manakala engkau turun, hingga binatang tunggangan tak dinaiki oleh mu dan anak mu, maka engkau akan di hujat GOBLOK orang-orang pasar."

"Hingga tatkala engkau berdua dengan anak mu menaiki binatang tunggangan itupun engkau akan disebut BIADAB oleh orang-orang pasar."

Panggil Saya Seorang Muslim Nasionalis...!!!!

Terus terang saya merasa gelisah dengan kenyataan faktual akhir-akhir ini di mana agama menjadi alat untuk bertikai. Entah apa yang menjadi isi atau substansi pertikaian tersebut, murni persoalan agama atau agama hanya dijadikan tumbal untuk menutupi tujuan dan motif pertikaian.

Kegelisahan saya tidak terletak pada konteks agama-teologis semata, tetapi juga terkait dengan masa depan bangsa dan Negara. Selaku orang beragama, saya merasa kecewa dengan perdebatan, pertikaian dan aksi kekerasan atas nama agama. Juni tahun 2008, FPI melakukan aksi kekerasan di Monas. FPI tidak cukup dengan ini, biasanya setiap kali bulan Ramadhan FPI melakukan aksi sweeping dan cenderung menutup paska tempat-tempat hiburan.

SEBUAH SKENARIO “NISTA” TENTANG MASA DEPAN

Memang ada gejala yang tidak menyenangkan sehubungan dengan lembaga pembawa bendera demokrasi itu sejak krisis mengguncang Indonesia. Sebab lembaga super kuasa yang mewakili dunia luar ini tak memberi dukungan yang berarti kepada Gus Dur agar melaksanakan poin-poin LoI yang tak lain dari motif cari untung.

Seperti pada masa Habibie, lembaga itu pun menjadikan dana yang dimilikinya sebagai alat penekan. Habibie cukup berani dan piawai mengayuh di antara tebing : Tuntutan Reformasi dan Tebing Dana IMF, sehingga keduanya bias diakomodasi. Penjualan aset-aset negara tak berjalan mulus di periodee Habibie, karena adanya perlawanan Menneg BUMN Tanri Abeng dan Adi Sasono yang mengusung ide-ide ekonomi kerakyatan, redistribusi asset dan lain-lain. Sedang Gus Dur yang dianggap bagian dari kaum reformis, justru sejak awal mendapat tekanan keras IMF. Sehingga terpaksa dihadapi Gus Dur juga dengan keras, antara lain lewat idenya membangun poros Jakarta–Beijing, Tokyo-New Delhi, sekuritisasi asset dan sebagainya untuk membiayai pembangunan.

Assalamu'alaikum,,,,,,,

Assalamu'alaikum,,,,,,,
Ini blogspot saya yang baru, ma'af blog ini sedang dalam perbaikan, dan blog saya yang dulu mati dan tidak bisa dibuka.
Terima kasih :D:D