"Lailaa.. Lailaa.. Lailaa...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Asal dari segala sesuatu itu adalah tiada...

Asal dari segala sesuatu itu adalah tiada, kemudian dari ketiadaan itu Allah menciptakan sebuah unsur yang di sebut dengan wujud atau materi.

Dari wujud itu kemudian Allah menciptakan sebuah bentuk, dari bentuk tersebut kemudian Allah membuatnya untuk bisa berkembang biak dan tidak bisa berkembang biak, kemudian dari yang berkembang biak itu Allah menciptakan panca indera atau perasa, dan kemudian Allah menciptakan sebuah bentuk yang berkembang dan mempunyai daya perasa atau panca indera yang di sebut sebagai hewan atau hayawan*, jadi hewan itu artinya makhluk yang mempunyai dua kehidupan, yaitu kehidupan di dunia dan di akhirat atau yang mempunyai daya perasa atau panca indera.

Hewan tersebut terbagi lagi menjadi dua golongan, yang pertama itu golongan yang bisa berbicara dan berakal seperti insan atau manusia, dan yang kedua itu golongan yang tidak bisa berbicara dan tidak berakal seperti binatang dan tumbuhan.

Inilah yang di maksud dalam Ilmu Mantiq dengan "Bagian dari sebuah bagian itu ada pembagiannya lagi..." 

Maha Suci Allah, karena Allah lah sebaik-baiknya pencipta...


* Kata hewan berasal dari bahasa Arab yaitu Hayawan atau Dzu Hayatein, artinya yang mempunyai dua kehidupan, yaitu kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.

43 komentar:

  1. "yang kedua itu golongan yang tidak bisa berbicara dan berakal seperti binatang dan tumbuhan."

    bukannya smw makhluk bs bicara ya?? tp hahasa mrk tidak dimengerti oleh manusia kecuali nabi sulaiman as atas izinNya...
    dan saya prn mndngr ini
    "Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi "
    bertasbih>>>bknnya itu menunjukkan bahwa smw makhluk dpt bicara?

    hehe...maap sblmya :D:D

    BalasHapus
  2. Ulasan yang bagus. Mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Asalnya dari tiada dan akan menjadi tiada pula nantinya.

    BalasHapus
  3. artikel nay keren gan,,,
    oh ya tetap di tunggu komentar balik nya di blog aku,,,
    salam kenal
    :D

    BalasHapus
  4. @ vivi: Yupz,,,,,
    memang pada hakikatnya smua makhluq dan benda bisa berbicara, itu pada hakikatnya, tp kita skrang ini berbicara dengan kasat mata atau tentang dzohiriyahnya, bukan tentang hakikatnya :D, skrang ini kita sedang berbicara tentang ilmu yg dilihat langsung oleh mata kita, bukan ilmu tentang kekuasaan Tuhan. Allah sendiri kan berfirman bahwa smua yg ada di langit dan di bumi itu bertasbih kpada Allah, akan tetapi kitanya saja yang tidak bisa mendengar dan mengetahui bagaimana cara mereka bertasbih :D:D:D

    nyantai aja bu haji :):):)

    @ nova: ya seperti itu lah, smuanya akan kembali seperti semula, kecuali Tuhan kita dan smua yg menyangkut tentangNya.. :D:D

    @ kaspa: thanks ya :D
    ok.....;)

    BalasHapus
  5. satu pencerahan yang mencerahkan, banyak diantara kita yang lupa atau bahkan melupakan....maka pencerahan seperti ini harus sering/banyak dicerahkan

    BalasHapus
  6. @ bumialit.wonderhell: iya memang banyak sekali diantara kita yg keliru akan apa yg ada di sekeliling kita, terkadang kita sering melakukan kesalahan dalam berfikir, coba klo kita paham apa itu ilmu mantiq, niscaya akal fikiran kita akan terhindar dari kesalahan berfikir,,,

    Mantiq itu bukan merupakan ilmu baru, mantiq merupakan ilmu lama sebelum adanya Filsafat, jadi mantiq dulu trus kemudian baru lah filsafat muncul....

    thanks dah di komen :D:D:D

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah... dan mudah2an kita "gak dipetengi barang sing padang" sehingga kita benar2 bisa menjadi khalifah dimuka bumi ini.

    BalasHapus
  8. Syukur alhamdulillah aku dilahirkan tidak kurang suatu apa, bisa melihat dan berbicara dibanding saudara-saudara kita masih banyak yang kurang beruntung.

    BalasHapus
  9. hehe makasih penjelasannya.....
    sbnrnya aq nyantai2 aj kok
    dan 1 lg aq blm jadi ibu apalg naik haji :D:D:D

    BalasHapus
  10. salam sahabat
    asal dari segala sesuatu menurut saya tidak bisa ditebak dan direkayasa,nah dari sini kita bisa menyikapinya dengan bagaimana dan untuk apa,makasih yach sangat mendalam pembahasannya

    BalasHapus
  11. "Bagian dari sebuah bagian itu ada pembagiannya lagi..."
    subhanallh..
    itu bahasanya saya harus baca berulang2 agar faham..
    tingkat tinggi..:)

    BalasHapus
  12. salam sahabat ,salam perkenalan saya deknor..ingin membuat jaringan rangakaian dari blog ini harap sudi kiranya bertukar link dengan saya,saya blogger baru mohon dukungan dari sahabat...kalau enggak keberatan...
    maaf saya nulis disini aja.. salam kenal dari dek Nor...

    BalasHapus
  13. Dia ada, tanpa didahului oleh ketiadaan. Dan DIA menciptakan makhluk untuk mengenal pada-NYA. salam kenal... saya juga termasuk suka sesuatu yang berkaitan dengan sufi... karena bagi saya semua fana. dan melebur ketika kita tunduk dalam alunan Dzikir Tarekat.. dan banyak sekali tarekat yang ada di Indonesia........

    BalasHapus
  14. @ drj7: ya seharusnya sih orang2 yg pinter tuh "madangi" org2 yg gak pinter, bukannya "dipetengi.." (beeuuuhhh jowoane metu.. :) )

    @ missmayssu: Memang bersyukur itu sangat penting :D

    @ vivi: yupz sama2...
    hahaha,,, emang siapa yg bilang vivi galak...???
    hihihi...
    NB: bertasbih itu tidak harus dgn suara loh..

    @ dana:yupz itu pendapat anda, hehehe...
    bukannya tidak bisa di tebak, tapi belum bisa di tebak, ada bedanya loh antara "tidak" dan "belum"... :D:D:D

    @ Anonymous said: Ini jg bisa mengaitkan dengan atom, atau suatu unsur paling kecil, bahwa sekecil apapun bentuk sesuatu tersebut tetap saja bisa di bagi lagi sampai habis..
    Memang memahami Mantiq itu tidak mudah, bahkan ada sekelompok umat islam yg mengatakan bahwa Mantiq itu Haram hukumnya....

    @ deknor: Ok, silahkan pasang saja banner saya, nanti saya jg akan pasang banner anda :D:D:D.
    Insya Allah aku bantu dan dukung :)

    @ sebuah jejak: Dia juga ada sebelum adanya yang ada... Dan Dia menciptakan Makhluq bukan untuk mengenalnya, tetapi untuk beribadah kepadanya, karena klo hanya mengenal saja sudah pasti tidak beribadah, "Tidak semua yang mengenalNya itu beribadah, akan tetapi semua yang beribadah itu sudah pasti mengenalNya.."
    Yupz betul... "kullu man 'alaiha faan, wa yabqo wajha rabbuka dzul jalali wal ikrom..."

    BalasHapus
  15. wweeeew blognya ala2 padang pasir hehe

    artikelnya bagus cuma g berani komen :D PISSS

    BalasHapus
  16. @ echa: hehehe, bukan padang pasih bu haji, di padang pasir gak ada tarian Darvishes kaya gni :D:D

    beeeuuuhhh, knapa gak berani komen??? bukannya anda sudah komen tuh...?? :):):)

    BalasHapus
  17. good job mas bro hehehee

    BalasHapus
  18. manusia itu tergolong hewan bukan??

    BalasHapus
  19. @ Anonymous said: Thanks :D:D:D:D:D

    @ naya: Manusia, binatang dan tumbuhan itu adalah hewan, akan tetapi manusia itu adalah hewan yg bisa berbicara "al insanu hayawanun-naatiq", jd manusia bisa di sebut hewan, akan tetapi harus ada syaratnya, yaitu berbicara dan berbicara inilah yg harus selalu direktkan dengan manusia... :D:D:D

    BalasHapus
  20. Al 'aalam mutaghoyyirun wa kullu mutaghoyyirin haadiitsun Fannajitu Al'aalam haaditsun.

    Alam (semua yang diciptakan oleh Allah) itu berubah dan yang setiap berubah itu sesuatu yang baru. Jadi alam adalah sesuatu yang baru.:)
    maka bisa diambil kesimpulan alam asalnya tidak ada:)

    BalasHapus
  21. Ralat->Fannatiijatu*:)

    Postingan yang bagus. mengasah logika. Inspiratif!:)

    BalasHapus
  22. Salam
    Uraian menarik kawan.
    Merujuk dari tulisan kawan saya merangkum sesuatu itu adalah manusia. Tapi kawan lebih lebar lagi menjelaskan ternyata ada binatang dan tumbuhan disana...

    Salam kawan

    BalasHapus
  23. jadi kita ini termasuk hewan juga to?????????/
    benar sekali apa yang kamu bilang, gak rugi baca artikel kamu... he he...........

    BalasHapus
  24. Subhanallha....artikelnya menarik sobat....

    BalasHapus
  25. Maha Suci Allah, karena Allah lah sebaik-baiknya pencipta...

    Inilah kata-kata yang perlu kita ingat dengan baik, agar dalam hidup selalu bersyukur kepadaNya ... InsyaAllah

    BalasHapus
  26. @ L_F_H: yupz bener apa kata LFH, bahwa Alam (semua yang diciptakan oleh Allah) itu berubah dan yang setiap berubah itu sesuatu yang baru. Jadi alam adalah sesuatu yang baru... :D:D
    Trimakasih LFH :D

    @ denbagas: trimakasih juga denbagas, saya harap anda slalu berkenan mampir dan membaca artikel2 yag tidak kalah kerennya :D:D:

    @ Anonymous said: yupz, tp dengan syarat, bahwa kita ne adalah hewan yg dapat berbicara :D, jgn cuma hewannya saja, Ok...
    Trimakasih atas kunjungannya.. :D

    @ Teras Info: Terimakasih, saya harap anda slalu berkunjung ke blog yang sederhana ini :D

    @ ajeng sari rahayu: yupz betul... "Huwwalladzi kholaqo kulla syain, tsuma Hada'.."
    "Alaysa Allahu bi ahsanil kholiqin....???? Balaa' wa ana 'ala dzalika minassyahidiiin.... " :D:D:D:D

    Harus, harus kita ingat dgn baik :D:D:D

    BalasHapus
  27. Artinya apa itu mas..aduh..tulisannya kecil2... mata menyipit pas baca..hhe :D

    kalau Abid itu panggilan untuk siapa??Abid itu ap sih mas?? makasih ya dah mw jelasin yg kemarin ^^

    BalasHapus
  28. entahlah
    tidak bisa menebak
    asal dari sesuatu
    karena Allah lah yang Maha Mengetahui
    manusia hanya bisa menerka2 :)

    BalasHapus
  29. @ ajeng sari rahayu: artinya: Dialah (Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu dan kemudian memberi petunjuk kpadanya.....
    trus yg kdua: Bukankah Allah lah sebaik2nya pencipta??? Benar, dan aku termasuk orang2 yang menyaksikannya... :D:D

    @ chikarei: "entahlah,,,,,,," sbuah kata yang sangat jelas ktika seseorang putus asa akan nikmat Tuhannya....
    Memang hanya Allah lah yg MahaMengetahui...
    ya tidak smua org yg percaya bahwa asal dri sgala sswatu tu adalah tiada, bisa kita umpamakan sperti ini, Kamu dulunya ada atau tidak sbelum km lahir ke dunia ini.....??? Tidak ada kan....???
    hehehe... :D:D

    BalasHapus
  30. @ ajeng sari rahayu: abid itu nama saya :D, abid brasal dri kata "عابد" yg artinya orang yg beribadah. :D:D

    BalasHapus
  31. klo d'andalucia mal ma'na?

    BalasHapus
  32. @ naya: Andalucia itu adalah nama Spanyol dulu ketika islam berkuasa disana, dan dan luas wilayah yg mencakup andalucia pada pemerintahan Islam dsana meliputi (skrang) Spanyol, Portugal dan selatan perancis.....

    BalasHapus
  33. Abid...kya'a dri hari ke hari tulisan'a makin bagus.... Bnyak bgt hikmah yg bisa d ambil dri semua tulisan abid....
    Pertahanin yach... itung2 abid sekalian berdakwah d sni, wlpun hnya lwat dunia maya...
    Two Thumbs Up For U... ^_^

    BalasHapus
  34. ade c pernah belajar ttg penggolongan makhluk hidup, kalau makhluk hidup itu terdiri dari hewan dan tumbuhan.
    dan manusia berada dalam golongan hewan.
    d artikel ini tertulis
    "hewan itu artinya makhluk yg mempunyai dua kehidupan, yaitu kehidupan di dunia dan di akhirat atau yang mempunyai daya perasa atau panca indera."

    nah, menurut apa yang ade pelajari tumbuhan juga termasuk makhlukhidup yang punya daya perasa.
    tapi tumbuhan ttp tumbuhan'kan?
    tumbuhan itu beda sama hewan

    mohon d jelaskan
    :D
    :o :o :o

    BalasHapus
  35. blog yang bagus brother.
    bisa dijelaskan tidak mengapa kita tidak menjumpai mahluk hidup baru jika Tuhan itu maha menciptakan, apakah Tuhan berhenti untuk mencipta?

    BalasHapus
  36. sekadar saran. tulisan di kolom coment terlalu kecil. bisa diganti nggak?! ^_^

    BalasHapus
  37. salamullah alaikum...
    maaf, saya tidak faham dengan maksud dari tulisan anda yang ini : "Hewan tersebut terbagi lagi menjadi dua golongan, yang pertama itu golongan yang bisa berbicara dan berakal seperti insan atau manusia, dan yang kedua itu golongan yang tidak bisa berbicara dan berakal seperti binatang dan tumbuhan."
    ketidak fahaman saya disini adalah : jika memang binatang dan tumbuhan itu berakal, lantas kenapa mereka tidak masuk di dalam definisi الإنسان حيوان ناطق.
    bukankah disini anda membahas tentang ilmu manthiq.???
    maaf, ini hanya pertanyaan.
    jazakumullah kher
    و أفيدوني يا سيدي.

    BalasHapus
  38. @Anonymous: Allah tidak pernah berhnti menciptakan,,, segala apa yg ada di langit dan di bumi selalu meminta di ciptakannya makhluq hidup ataupun yg tak hidup.... Dan setiap harinya Allah dalam kesibukan :D

    @F4Sn: was changed... :D

    @Faz Khan FaeLasufa: Owh,, Alhamdulillah saya paham pertanyaan anda,, :d maksud saya dalam tulisan itu adalah ".......itu golongan yang tidak bisa berbicara dan tidak berakal", sory kelupaan kata "TIDAK" doank.... :D

    BalasHapus
  39. Merinding bacanya, bikin aku merenung! Hidup hanyalah selintas saja, bahkan kata Nasyid hidup ibarat mampir dibawah pohon rindnag dan pergi lagi. Selintas dan sejenak. Baru tahu kalau Hewan itu bahasa dari arab. Ditunggu postingan selanjutnya ya. ^__^

    BalasHapus
  40. sepakat,,,kita harus sadari bersama,derajat kita sbagai manusiasbagai khalifah dimuka bumi ini,sbg khalifah untuk diri kita sendiri,,

    BalasHapus
  41. beruntung kita yang dapat beriman kepada Allah, karena banyak diantara kita yang tidak diberi kesempatan untuk itu. mereka yang mungkin terperangkap oleh jebakan logika :D

    salam

    BalasHapus
  42. congraaatss! tulisannya bagus dan bermanfaat.
    mudah-mudahan kita selalu diingatkan siapa pencipta kita dan tugas kita sebagai ciptaannya. amiin :)))

    BalasHapus
  43. uummm.. Bingungmo komen apa...saya setor hadir saja yaaaa...
    janji sudah saya tepati...
    ^_^

    BalasHapus

Please be kind and polite to comment, et Merci pour commenter... :D