Laman

"Layla.. Layla.. Layla...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Bung Karno: Bukan Saya Pencipta Pancasila, Tapi Tuhan!

Beberapa hari yang lalu kita baru saja memperingati Hari Kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni. Tak dapat dipungkiri, Pancasila mampu mempersatukan bangsa hingga kini. Untuk itu, redaksi akan mengangkat pidato Soekarno terkait Pancasila. Ini adalah kutipan Pidato Bung Karno; 

Pancasila, Ilham Ilahi 
Pada tanggal 1 Juni 1945, beberapa sebelum kita mengadakan proklamasi Agustus ’45, aku telah berkata, Pancasila inilah satu-satunya dasar bagi kita. Baik sebagai bangsa, maupun sebagai Negara, untuk menyadikan bangsa yang kuat utuh, untuk menjadi Negara yang kuat. 

Saudara-saudara, aku mengucapkan suka-syukur kepada Tuhan yang selalu aku tidak lupa saudara-saudara, syukur alhamdulillah kepada tuhan ini mengucapkan suka-syukur kepada Tuhan, bahwa Tuhan sebagaimana yang aku, aku terima dan rasakan, telah memberi ilham kepadaku untuk mengusulkan kepada bangsa Indonesia dasar Pancasila ini. 

Kapolda: Kalau Diganti Negara Islam, Apakah Penduduknya Dijamin Masuk Surga...???

Kapolda Jatim mempunyai pandangan bahwa NKRI lebih baik dari pada menjadi Negara Islam Indonesia (NII). Kenapa Irjen Pol Untung S Radjab mempunyai pandangan seperti itu ?

Dihadapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur dan juga mantan anggota NII. Untung menceritakan, saat dirinya menjabat sebagai Kapolwil Besuki, ada orang yang mengajak diskusi tentang perubahan NKRI menjadi NII.

"Saya bertanya, kalau diganti menjadi negara Islam, apakah penduduknya dijamin masuk surga. Jawabannya belum tentu tidak," ujar Kapolda Jatim.

Hari Kebangkitan Nasional

Boedi Oetomo
Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.