"Lailaa.. Lailaa.. Lailaa...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Sultan Sepuh XIV Restui FHP di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sebentar lagi Cirebon akan kembali marak dengan Dinar dan Dirham. FHP akan diselenggarakan di Keraton Kasepuhan selama sepekan.

Setiap tahun, selama sebulan penuh, masyarakat Cirebon menyelenggarakan festival memperingati Maulud Nabi Muhammad Salallahualaihi wasallaam. Salah satunya adalah 'Grebeg Mulud' yang menghadirkan berbagai acara, antara lain, pasar rakyat, yang berlangsung di alun-alun, di muka Keraton Kasepuhan, Cirebon. Tahun ini (1433 H), acaranya akan bertambah beberapa, dengan bergabungnya Jawara Cirebon, dalam peringatan tahunan tersebut.

Dalam pertemuan dengan pengurus Jawara, baik pusat maupun yang di Cirebon, Sultan Sepuh XIV, Sultan PRA Arief Natadiningrat, meyambut baik dan memberikan izin kepada Jawara untuk memeriahkan 'Grebeg Mulud' 1433 H ini, dalam bentuk Festival Hari Pasaran Dinar Dirham. Tempatnya disediakan secara khusus di Bangsal Pagelaran, di lingkungan Keraton Kasepuhan, yang akan menampung sekitar 30-40 pedagang anggota Jawara. FHP akan berlansung antara 28 Januari-1 Februari 2012.

'Silakan manfaatkan waktu sepekan untuk FHP ini, agar masyarakat Cirebon kembali menjalankan Sunnah Rasul Salallahualaihi wasallam,' ujar Sultan Sepuh XIV. Selain FHP, Jawar Cirebon, dengan resrtu dari PRA Arief Natadiningrat, juga akan menyelenggarakan lomba 'azan pitu', yang merupakan tradisi Kesultanan di Cirebon. Selain itu, bersama-sama dengan IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, juga akan diadakan lomba menulis, dengan Tema 'Peranan Kesultanan dalam Restorasi Peradaban Islam di Cirebon.' Dalam lomba-lomba ini hadiah kepada para pemenang akan diberikan dalam bentuk Dirham perak.

Dalam pertemuan Sabtu, 10 Desember 2011 lalu, yang dihadiri Pak Zaim Saidi dari WIN, dan Pak Abdarrahman Rachadi dari Paguyuban Jawara Pusat, serta Pak Zaenal Masduqi dan Ibu Sonia dari Jawara Cirebon tersebut, Sultan Sepuh XIV, juga menyatakan keinginannya untuk mewujudkan amanah Sunan Gunung Jati, yaitu mengurusi 'Tajug lan Fakir Miskin', yakni 'Salat dan Zakat', yang mengejawantah dalam masjid-masjid dan Dinar dan Dirham. FHP Maulud 1433 H ini, Insha Allah, menjadi awal kembalinya Dinar dan Dirham secara resmi di Wilayah Cirebon. Dengan demikian, zakat harta uang dan perniagaan dapat kembali ditarik dan dibagikan dalam bentuk Dinar dan Dirham, sebagaibamana diharuskan dalam syariat Islam.

Sebagaimana kita ketahui mata uang Dinar dan Dirham adalah mata uang yang pernah berlaku di Cirebon. Dalam waktu dekat, dengan izin Allah Ta'ala Dinar Dirham akan kembali ke Cirebon, sebagai bagian dari tradisi dan kearifan sejarah yang tak lepas dari Dien Islam. Amin(001)

NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
25-01-2012 , Rabu Siang

DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.097.500,-
Dinar - Rp. 2.195.000,-
Dinarayn - Rp. 4.390.000,-

DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.067,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 33.200,-
Dirham - Rp. 66.400,-
Dirhamayn - Rp. 132.800,-
Khamsa - Rp. 332.000,-

1 komentar:

Please be kind and polite to comment, et Merci pour commenter... :D