"Lailaa.. Lailaa.. Lailaa...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Warga Nahdliyin Dukung Pancasila Tolak Khilafah...!!!

"Dukungan NU Terhadap Pancasila Bukan Basa-Basi..." 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan dukungan NU terhadap faham kebangsaan dan Pancasila sebagai dasar negara  tak basa-basi.

“NU tak basa-basi menyatakan dukungannya terhadap Pancasila, Menurut NU, yang paling tepat kita membentuk negera kebangsaan, negara yang damai atau darussalam, semua satu umat, satu saudara, kalau bahasa politiknya satu nusa satu bangsa, kalau bahasa agamanya bersaudara, tidak ada perbedaan,” katanya dalam perbincangan dengan NU Online, baru-baru ini.

Penentangan yang dilakukan oleh NU tidak didasarkan pada perbedaan kelompok atau golongan, tetapi siapa saja yang berbuad dzolim, bukan karena perbedaan agama, etnis, atau perbedaan partai politik.

“Fenomena akhir-akhir ini, banyak sekali kelompok ekstrim, terroris, atau paling sederhana, enggan bicara pancasila atau NKRI. Banyak sekali politisi dalam pidatonya, sudah enggan mengatakan Pancasila, sudah alergi, bagi NU tidak, selamanya akan kita pertahankan,” tandasnya.
KH Said Aqil Siradj
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga menjadi perhatian penting bagi NU. Kang Said berharap agar era otonomi daerah dan adanya globalisasi ini tidak mengarah pada pembentukan negera federal. 

“Kita ingatkan, karena di era otonomi daerah ini, dengan adanya DPD, itu kalau tidak betul-betul dikawal dengan tepat, dikhawatirkan menjadi negara federal. Jadi otonomi harus daerah jalan, utusan daerah ada, tapi harus dikawal, jangan cenderung menjadi konfederasi,” terangnya.

Ia menegaskan, dalam berbagai forum sering menyatakan tak bosan-bosannya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak mendirikan negera islam, tetapi Negara madinah yang menjunjung tinggi persamaan, keadilan, perdamaian dan kemanusiaan.

“Nabi Muhammad bukan membangun negara Islam, penduduknya Islam, Kristen, Yahudi, semua sama di mata hukum, tidak dibedakan di mata masyarakat. Piagam Madinah tidak  satu pun mengandung kata Islam, yang ada keadilan, kesamaan. Bagi NU, NKRI, Pancasila, itu sudah final, yang paling tepat menurut kita,” imbuhnya. (mkf) 

Sumber: NU Online

11 komentar:

  1. kk abid org NU ta???

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, aku di taqdirkan sebagai warga NU yg berNasionalismekan Ideologi Pancasila, dan berdasarkan syari'at Islam.. :D:D:D

    BalasHapus
  3. setuju..
    Pancasila emang paling cocok buat Indonesia yg multiagama, multikultural, dan multibahasa :D

    BalasHapus
  4. okelah klo bgtu,,
    klo k abid ideologi pncasila,,
    nay brung garuda aja,,!!

    BalasHapus
  5. @ farisa: Alhamdulillah, ternyata masih ada org baik seperti anda, tetap dukung Denokrasi UUD '45 kan...???? Tetap cinta Ideologi Pancasila kan...???? Tetap sayang NKRI kan...???? Tetap cinta Indonesia kan..????
    Ayooo...!!!! dukung dan pertahankan Ideologi pancasila dari rongrongan khilafah...!!!!

    @ naya: hehe,,,, ok deh gpp,,
    ayo garudaku singkikan kutu2 di sayapmu.... :D:D:D

    BalasHapus
  6. Asseef, link yang di post di wall saya saya hapus, karena itu akan menarik perhatian saya sementara perhatian saya sudah cukup teralihkan dari UTS yang sedang saya hadapi. Kalo saya biarkan di wall pasti saya akan gatal untuk mengomentari :),

    Tapi ternyata, walaupun sudah saya hapus, wall yang dipost Abid di wall saya masih menyisakan satu pertanyaan yang harus saya tanyakan *couriousity kills, kan? :D*

    Kenapa ide kilafah harus dikonfrontasi dengan pancasila?

    Dimanakah letak perbedaan anatara khilafah dan pancasila?

    Khilafah yang ditolak ini khilafah versi siapa?

    Apakah jika hukum islam tegak islam akan menolak Ketuhanan Yang Maha Esa?

    atau akan menghapuskan kemanusiaan yang adil dan beradab?

    Atau merusak persatuan Indonesia?

    atau meniadakan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan?

    Atau keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?

    Seperti apa dampaknya kalau 'khilafah' ini ditegakan?

    Tolong jelaskan pada saya tatanan hukum dan tata negara yang ditawarkan oleh konsep khilafah yang ditolak NU. Karena bukankah dalam menolak atau menerima sesuatu harus ada landasannya? Baik itu landasan Aqli maupun Naqli? :),


    Nah, berhubung abid yang baik sudah berbaik hati memberikan informasi pada saya, saya meminta kelengkapan informasi yang hilang dari artikel diatas :),

    saya tidak meminta informasi dari pertanyaan saya secepatnya, karena saya sedang UTS, jadi mohon dipersiapkan jawaban terbaik yang dapat menjawab semua pertanyaan saya ^____^

    Salam

    BalasHapus
  7. udah bersih,,td smpt creambath juga,,byar cakep pas rapat muslimat ntar!

    BalasHapus
  8. Sebetulnya masih banyak pertanyaan lain sih, soal kenapa federalisme dibawa-bawa, apa yang menjadikan otonomi daerah lebih baik dari negara federal. Soal apakah benar permasalahan sistem ini permasalahan utama di Indonesia? Tidakkah kita seharusnya lebih khawatir dengan SDM2 indonesia yang tidak cukup kuat menjalankan tuntutan2 kenagaraan di era kontemporer ini? Misalnya dengan adanya saling menyalahkan, kecintaan yang berlebihan terhadap kelompok, suku etnis atau gang mafia tertentu. Friksi yang terlalu padat didalam, bukankah ini akan mempermudah orang2 luar untuk mendepak Indonesia? bukankah ancaman dari luar yang sebetulnya lebih tinggi? dlsb :),

    tapi, bad timing, not now please, hehehe :D,

    selamat banyak sekali belajar Abid yang baik, semoga segala sesuatunya hanya ditujukan sebagai bentuk pengabdian kepada hukum-hukum Allah ta'ala ^_____^

    Semoga Allah meridhai ^________^

    BalasHapus
  9. kalau sy dukung yg nyata2 sj... UUD'45 dan Pancasila demi NKRI ...semangat!!! :D:D

    BalasHapus
  10. Mungkin bs dibilang yg menginginkan negara indonesia mnjd negara islam ataupun khilafah merekalah yg ingin menjajah Indonesia, Seperti kacang Lupa dengan Kulitnya.. disaat negeri ini sudah merdeka mereka melolongkan adanya kekhilafahan, perbedaan agama sudah ada sejak dulu..

    ber Bhineka Tunggal Ika lah yg membuat negeri ini Merdeka..

    Pancasila akan tetap menjadi Dasar NKRI.. itu sudah Harga MATI !!

    BalasHapus
  11. .
    Saya mendukung negara yang menggunakan Alqur'an dan Sunnah sebagai hukum utama (sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabat ) , entah apa itu namanya . :D

    Saya mendukung negara yang mengeterapkan hukum Allaah secara kaffah dengan menjunjung tinggi supremasi dan keadilan hukum bagi semua masyarakatnya tanpa memandang SARA . ^^

    Saya tak perlu harus fanatis terhadap Pancasila , karena yang baik-baik dari Pancasila itu sudah ada di Islam , tapi yang ada di Islam tidak semuanya ada di Pancasila .

    Saya lebih percaya sama Alqur'an dan Sunnah sebagai sumber hukum utama daripada Pancasila , karena opsi yang pertama itu buatan Maha Pencipta alam semesta sementara opsi yang kedua itu buatan manusia (lingkupnya lokal lagi , cuma di Indonesia) .

    Terima kasih . :)

    BalasHapus

Please be kind and polite to comment, et Merci pour commenter... :D