"Lailaa.. Lailaa.. Lailaa...

It's about having my mind busy with you
and no one else..."

Jalaluddin Rumi; Berbicara tentang pencapaian hubungan erat dengan berbagai agama dan reaksinya

Berikut ini adalah puisi dimana Rumi berbicara tentang pencapaian hubungan erat dengan berbagai agama dan reaksinya terhadap agama-agama itu:

Salib orang-orang Kristiani, dari ujung ke ujung
telah aku kaji. Dia tidak ada di salib itu.
Aku telah pergi ke kuil Hindu, ke pagoda tua.
Di tempat-tempat itu tidak ada tanda-tandanya.
Aku pergi ke dataran tinggi Herat dan Kandahar.
Aku melihat, Dia tidak ada di dataran tinggi maupun rendah.
Dengan hati yang mantap, aku pergi ke puncak gunung Kaf.
Di sana hanya ada sarang burung 'Anqa.
Aku pergi ke Ka'bah. Dia tidak ada di sana.
Aku bertanya kepada Ibnu Sina tentangnya:
Dia di luar jangkauan filosuf ini ...
Aku melihat ke dalam qalbuku sendiri.
Di situlah tempatnya, Aku melihatnya.
Dia tidak di tempat lain ...

Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi dan Seorang Musafir

Dikisahkan, pada suatu hari Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi gubernur Hijaz, Iraq, Yamamah dan Yaman, pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan sedang melakukan perjalanan dinasnya. Di tengah perjalanan ia dan rombongannya melepaskan lelah berhubung dengan perjalanan yang jauh. Tidak lama kemudian, disiapkan suatu jamuan santapan siang, dan diperintahkan kepada ajudannya untuk mengundang seluruh rombongan serta siapa saja musafir yang kebetulan sedang lewat untuk diajak bersantap bersama-sama.

Seorang musafir kebetulan lewat tidak jauh dari tempat persinggahan Hajjaj, lalu dihentikanlah untuk dipersilahkan bersantap bersama-sama. Menurut ukuran yang lazim, hal demikian ini merupakan suatu kehormanatn besar.

Berbagai Hubungan Saracen* - Barat

Hubungan antara para penguasa Barat dan orang-orang Saracen dalam berbagai bidang tertutup selama masa perang antara dua kelompok itu. Charlemagne, pahlawan Kristen, berperang sebagai sekutu dengan seorang penguasa Muslim. Abdurrahman II dari Spanyol (821-852) mengutus seorang duta Yahya al-Ghazali menghadap Raja Norman. 

Richard the Lionhearted (dalam bahasa Arab qalb asad, keduanya adalah istilah Sufi) menurut riwayat mengusulkan agar saudara perempuannya sebaiknya menikah dengan saudara laki-laki Salahuddin. Ia sendiri adalah janda Raja Sicilia yang menggunakan ungkapan-ungkapan Sufi dalam berbagai peraturannya. Saudara laki-laki the Lionhearted, John (diasingkan pada tahun 1209) mengirim seorang duta dari Inggris ke Khalifah Spanyol-Maroko dengan tujuan menawarkan untuk memeluk agama Islam. Richard sendiri menikahi (pada tahun 1191) Berengaria of Navarre yang mempunyai saudara laki-laki, yaitu Sancho the Strong, seorang sekutu rahasia dari Raja Spanyol Arab. Pada tahun 1211, John mempersiapkan dukungan militer kepada orang-orang Albigensian yang tentu saja dipengaruhi budaya Sufi. 

Prof. Alfred Kroner (Pakar Geologi Terkemuka); Negeri-negeri Arab akan kembali menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai...

“Negeri-negeri Arab akan kembali menjadi dataran
berpadang rumput dan dipenuhi sungai-sungai,” (Prof.
Alfred Kroner, Pakar Geologi).


Pendahuluan
Prof. Alfred Kroner merupakan seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka di dunia, dari Departement Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz-Jerman. Lingkungan Eropa yang sekuler itu telah membuatnya menjadi seorang ateis yang tidak beriman terhadap agama-agama samawi.

Kisah Keislamannya
Prof. Alfred Kroner menghadiri seminar geologi di Fakultas Ilmu Bumi di King Abdul Aziz University Arab Saudi. Di sana dia bertemu dengan salah seorang da’i muslim yang bernama ‘Abdul Majid az-Zindani. Da’i itu mengajukan beberapa pertanyaan kepada Prof. Alfred:

‘Abdul Majid az-Zindani:   Tahukah anda bahwa jazirah Arab tadinya adalah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir? (Padang pasir yang anda lihat itu dulunya merupakan daerah padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir, Mahasuci Allah!)

Dialektika Ketuhanan Dalam Kacamata Neurosains


Berbicara mengenai 'para pencari tuhan' tentunya tak terlepas dari 'tag' Atheis, Theis, dan Agnostik . Tidak dapat dipastikan secara tepat seberapa tua usia faham atheisme dalam sejarah kehidupan spiritual manusia. Tradisi Bhudiisme yang lebih dari dua setengah millenia tidak menyebut dalam literaturnya menyinggung tentang sang pencipta, boleh jadi berawal dari ide ketiadaan Tuhan.

Terlepas dari debat klasik yang saling menihilkan antara ateisme dan theisme dalam premis kesalahan logika berfikir 'argumentum ad ignorantiam' atau menerima sebuah argumen karena tidak dapat dibuktikan salah, maupun sebaliknya, menolak karena tidak dapat dibuktikan benar. Beralih pada ‘reductio ad absurdum'. Abad 21 telah membuka tabir baru dalam diskursus tentang ketuhanan.

The Divine Message of The DNA, Gen Kita Beraksi Sebelum Kita Berfikir

By: Dr. Kazuo Murakami

Ada satu hal lagi yang ingin saya bahas sehubungan dengan proses pemikiran manusia.  Sebagian besar orang percaya bahwa otak memainkan peran paling penting dalam mengatur perbuatan kita. Sesungguhnya, sel dan jaringan antar sellah yang melakukan semua pekerjaan itu, dan genlah yang memerintahkan sel-sel tersebut. Otak berfungsi tergantung dari informasi yang tergantung oleh sel-sel otak. Dalam pengertian itu, gen beraksi sebagi panel pengontrol utama tubuh kita. Jika memang benar bahwa kita bias mengontrol mekanisme nyala atau padam pada gen kita, kita harus lebih memahami lagi tentang gen kita. Kita harus memperhatikan pesan-pesan yang kita kirimkan pada gen kita. Bahkan mungkin akan lebih membantu jika kita menyapa gen kita dengan, “Halo ! Senangnya melihatmu baik-baik saja hari ini. Engkau telah bekerja dengan baik.” Karena toh kita terus-menerus melakukan dialog dengan diri kita sendiri, tidak ada salahnya mengarahkan pikiran positif pada gen kita. 

Napoleon Bonaparte 1769-1821

Jendral dan Kaisar Perancis yang tenar, Napoleon I, keluar dari rahim ibunya di Ajaccio, Corsica, tahun 1769. Nama aslinya Napoleon Bonaparte. Corsica masuk wilayah kekuasaan Perancis cuma lima belas bulan sebelum Napoleon lahir, dan pada saat-saat remajanya Napoleon seorang nasionalis Corsica yang menganggap Perancis itu penindas. Tetapi, Napoleon dikirim masuk akademi militer di Perancis dan tatkala dia tamat tahun 1785 pada umur lima belas tahun dia jadi tentara Perancis berpangkat letnan.

Empat tahun kemudian Revolusi Perancis meledak dan dalam beberapa tahun pemerintah baru Perancis terlibat perang dengan beberapa negara asing. Kesempatan pertama Napoleon menampakkan kebolehannya adalah di tahun 1793, dalam pertempuran di Toulon (Perancis merebut kembali kota itu dari tangan Inggris), tempat Napoleon bertugas di kesatuan artileri. Pada saat itu dia sudah tidak lagi berpegang pada paham nasionalis Corsicanya, melainkan sudah menganggap diri orang Perancis. Sukses-sukses yang diperolehnya di Toulon mengangkat dirinya jadi brigjen dan pada tahun 1796 dia diberi beban tanggung jawab jadi komando tentara Perancis di Itali. Di negeri itu, antara tahun 1796-1797, Napoleon berhasil pula merebut serentetan kemenangan yang membuatnya seorang pahlawan tatkala kembali ke Perancis.

Kemajuan Peradaban Islam Di Spanyol (Andalusia)

Umat Islam di Spanyol telah mencapai kejayaan yang gemilang, banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan juga dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks, terutama dalam hal kemajuan intelektual.

Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa, dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks.

1. Kemajuan Intelektual
Spanyol adalah negeri yang subur. Kesuburan itu mendatangkan penghasilan ekonomi yang tinggi dan pada gilirannya banyak menghasilkan pemikir. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan), al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya Arab, dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir, memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalus yang melahirkan Kebangkitan Ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol.


Tips Mengetahui Potensi Diri

Ada banyak sekali kegiatan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang di dunia ini. Namun terkadang masih banyak juga orang yang merasa tidak percaya diri terhadap apa yang sudah ia miliki atau terhadap apa yang mereka bias lakukan untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain disekitarnya. Tanpa disadari apa yang telah seseorang lakukan itu merupakan potensi diri yang dimilikinya. Dan tidak semua orang bisa mengerti tentang potensi apa yang mereka miliki. Permasalahan yang paling pokok dan sering muncul dalam benak setiap orang adalah, "Dimana sih letak potensi diri tersebut dalam diri saya??". Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sangat sensitive bagi setiap personal.

Bagaimana tidak, pertanyaan tersebut dapat sangat membantu seseorang untuk terus mencari dan menggali potensi yang ada dalam diri mereka sendiri. Tapi dilain sisi, pertanyaan tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang, sehingga seserorang tersebut merasa minder dengan apa yang ada dalam diri mereka sendiri.

Misteri di Balik Raibnya Naskah Qumran

Penemuan tulisan-tulisan tangan berbahasa Ibrani dan Aramaik kuno di propinsi Qumran, paska Perang Dunia II telah memicu antusiasme para Ahli Sejarah Kitab Suci untuk mendapatkan informasi tentang naskah-naskah tersebut yang diharapkan dapat memberikan jawaban atas misteri dari periode penting dalam sejarah umat manusia. Hal itu tentu saja sangat beralasan mengingat bahwa naskah berbahasa Ibrani paling kuno yang ada saat ini dari Kitab-kitab Perjanjian Lama berasal dari abad ke-10 M. Selain bahwa naskah-naskah tersebut menyimpan perbedaan-perbedaan cukup besar jika dihadapkan dengan naskah-naskah septuagintal Yunani yang berhasil diterjemahkan di Aleksandria pada abad ke-13 SM. Manakah di antara kedua naskah yang paling sahih dalam hal terjadinya perbedaan? Manakah di antara keduanya yang paling dapat diandalkan? Tidak hanya terbatas pada Jemaat-Jemaat Yitzrael, bahkan Gereja-Gereja Kristen Yunani, mengakui Perjanjian Lama sebagai bagian dari Kitab Suci mereka. Sementara umat Kristen hingga abad ke-10 M, mengandalkan naskah Septuaginta (naskah Yunani, pent) dan setelah itu mereka beralih - kecuali Gereja Yunani Timur- ke naskah Ibrani pada awal abad yang sama. 

SEBUAH SKENARIO “NISTA” TENTANG MASA DEPAN

Memang ada gejala yang tidak menyenangkan sehubungan dengan lembaga pembawa bendera demokrasi itu sejak krisis mengguncang Indonesia. Sebab lembaga super kuasa yang mewakili dunia luar ini tak memberi dukungan yang berarti kepada Gus Dur agar melaksanakan poin-poin LoI yang tak lain dari motif cari untung.

Seperti pada masa Habibie, lembaga itu pun menjadikan dana yang dimilikinya sebagai alat penekan. Habibie cukup berani dan piawai mengayuh di antara tebing : Tuntutan Reformasi dan Tebing Dana IMF, sehingga keduanya bias diakomodasi. Penjualan aset-aset negara tak berjalan mulus di periodee Habibie, karena adanya perlawanan Menneg BUMN Tanri Abeng dan Adi Sasono yang mengusung ide-ide ekonomi kerakyatan, redistribusi asset dan lain-lain. Sedang Gus Dur yang dianggap bagian dari kaum reformis, justru sejak awal mendapat tekanan keras IMF. Sehingga terpaksa dihadapi Gus Dur juga dengan keras, antara lain lewat idenya membangun poros Jakarta–Beijing, Tokyo-New Delhi, sekuritisasi asset dan sebagainya untuk membiayai pembangunan.

Kebaikan pada Semua Peristiwa

Segala sesuatu diciptakan dengan maksud dan tujuan tersembunyi. Bersama-sama dengan tujuan tersembunyi ini ada beberapa keuntungan bagi seorang mukmin di dalam semua peristiwa. Hal ini dikarenakan Allah berada di sisi orang-orang yang beriman dan tidak pernah mengecewakan mereka.

Pada awalnya, perjuangan hidup tampak tidak menyenangkan. Akan tetapi, seorang muslim harus mengerti bahwa kejadian yang tampaknya menakutkan, contohnya, persekongkolan orang kafir melawan orang beriman, akan berakhir dengan kemenangan bagi orang beriman. Cepat atau lambat, Allah akan memberikan kemurahan hati-Nya, sehingga orang beriman harus yakin bahwa terdapat hikmah pada semua kejadian.

Dalam hal ini, terdapat banyak contoh yang tercantum dalam Al-Qur`an; kehidupan Nabi Yusuf a.s. adalah salah satu di antara yang luar biasa. Pada masa kecilnya, Nabi Yusuf a.s. dibuang ke dasar sumur oleh saudara-saudaranya. Selanjutnya, ia diselamatkan, kemudian difitnah dan dipenjara walaupun ia tidak bersalah. Bagi orang yang tidak beriman, semua peristiwa itu disangka kemalangan yang paling besar. Akan tetapi, Yusuf a.s. selalu berpikir bahwa hal ini dapat terjadi hanya dengan kehendak Allah swt. dan semua itu pasti akan berubah menjadi lebih baik. Ternyata terbukti, Allah mengubah “bencana” menjadi kebahagiaan. Nabi Yusuf a.s. berhasil lolos dari penjara dan pada saat yang bersamaan menjadi gubernur di tempat tersebut. 

Assalamu'alaikum,,,,,,,

Assalamu'alaikum,,,,,,,
Ini blogspot saya yang baru, ma'af blog ini sedang dalam perbaikan, dan blog saya yang dulu mati dan tidak bisa dibuka.
Terima kasih :D:D